Rabu, 04 September 2013

KISAH 3 KALENG SOFT DRINK

Ada 3 kaleng Soft Drink, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama. Ketika tiba harinya, sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng Soft Drink dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.

Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal. Kaleng Soft Drink pertama di turunkan disini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng Soft Drink lainnya dan diberi harga Rp. 4.000.

Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. Di sana, kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp. 7.500.

Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah. Kaleng Soft Drink ketiga diturunkan di sana. Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan bersama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng Soft Drink itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp. 60.000.

Sekarang, pertanyaannya adalah:

Mengapa ketiga kaleng Soft Drink tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama.

Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda.

Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP.

Apabila Anda berada dilingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dari diri Anda, maka Anda akan menjadi cemerlang. Tapi bila Anda berada di lingkungan yang meng-kerdil- kan diri Anda, maka Anda akan menjadi kerdil!. Lingkungan Anda, adalah ANDA.

(Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama) + lingkungan yang berbeda = NILAI YANG BERBEDA!

Jumat, 02 Agustus 2013

M A S A L A H

Masalah ada , bukan untuk melemahkan tapi untuk mendewasakan dan menguatkan.

Masalah itu, seperti api yang memanaskan emas, semakin panas akan semakin murni emasnya.

Masalah adalah salah satu bukti kehidupan karena hanya orang mati yang tidak punya masalah.

Masalah adalah jalan utama menuju kebijaksanaan karena kebijaksanaan tidak akan terbukti tanpa masalah.

... Masalah merupakan jalan tercepat menuju kesuksesan.

Masalah merupakan guru terbaik yang pernah ada dalam kehidupan.

Masalah itu ibarat sebuah pertandingan yang harus dimenangkan.

Masalah adalah alat untuk menguji potensi kita.

Masalah yang sulit bukanlah sesuatu yang membuat kita patah semangat tetapi hal yang membuat kita semakin rajin belajar untuk mengatasinya dengan cara yang mudah.

Dalam sejarah peradaban manusia, tidak ada seorang pun yang tidak mengalami masalah dalam hidupnya.

Jangan pernah menyerah dan teruslah berjuang, hadapilah setiap masalah dengan penuh keyakinan bahwa PADA AKHIRNYA SEMUA AKAN MENJADI INDAH.

Rabu, 31 Juli 2013

C I N T A tak mengenal U S I A

Cinta Beda Usia

Bila cinta beda usia
Menjadi sebuah dilema
Apa yang harus ku lakukan
Haruskah cinta dilupakan

Terlanjur ku mencintainya
Terlanjur rindu bergemuruh di dada
Hati pun telah terikat
Jiwa pun terpesona kuat

Meski usianya lebih tua
Namun penuh kasih dan cinta
Dia pun tunjukan sikap dewasa
Baik budi pula pekertinya

Mengapa beda usia jadi masalah
Bila cinta telah terarah
Mengapa pula diguncingkan
Bila kasih penuh ketulusan

Berdosakah aku menyayanginya
Atau hinakah cinta beda usia
Bukankah cinta suci adanya
Tak kenal umur dan juga kasta

L E M B A R -L E M B A R

Lembar-lembar ini bercerita
Pada pena bisu yang terus menggoresinya
Yang kian memberontak pada hati
Untuk terus bekerja

Lembar-lembar ini meraung
Gema suaranya memantul pada dinding tak berdosa
Yang menjadikannya makin sunyi
Memenjarakan hati yang mati

Lembar-lembar ini berteriak
Lengkingan suaranya beriak
Yang menghadirkan keputusan telak
Terhadap matahari yang enggan tampak

Lembar-lembar ini bergumam
Dalam buruknya mimpi malam ini
Yang meleburkan ketenangan
Nan menjadikannya sepi

LAIF IS BIUTIPUL

>> HIDUP ITU INDAH 

Aku belajar diam dari banyaknya bicara.
Aku belajar sabar dari sebuah kemarahan.
Aku belajar mengalah dari suatu keegoisan.
Aku belajar menangis dari kebahagiaan.
Aku belajar tegar dari kehilangan

Hidup Adalah BELAJAR.......
Belajar Bersyukur Meski tak Cukup,
Belajar Ikhlas Meski Tak Rela,
Belajar Taat Meski Berat,
Belajar Memahami Meski Tak Sehati,
Belajar Sabar Meski Terbebani,
Belajar Setia Meski Tergoda,
Belajar Memberi Meski Tak Seberapa,
Belajar Mengasihi Meski Disakiti,
Belajar Tenang Meski Gelisah,
Belajar Percaya Meski Susah,

Belajar dan Terus Belajar...
Belajar sampai pada akhirnya Allah yang menyempurnakan..
Aamiin!!

Janganlah pernah menyerah....teruslah berjuang......
Hidup bukanlah satu tujuan..,melainkan perjalanan.....
Nikmatilah..........

Hidup adalah tantangan....Hadapilah....

Hidup adalah anugerah....Terimalah....

Hidup adalah pertandingan....Menangkanlah.....

Hidup adalah tugas.....Selesaikanlah.....

Hidup adalah cita cita....Capailah....

Hidup adalah misteri....Singkapkanlah....

Hidup adalah kesempatan....Ambilah....

Hidup adalah lagu....Nyanyikanlah....

Hidup adalah janji....Penuhilah....

Hidup adalah keindahan...Bersyukurlah....

Hidup adalah teka teki....Pecahkanlah....

Satu hal yang membuat kita bahagia adalah CINTA...

Dan satu hal yang membuat kita dewasa adalah MASALAH...
Dunia diciptakan untuk sebuah MASALAH...
Hadapilah sejuta MASALAH apa bila MASALAH itu bisa memberi manfaat kepada kita dan banyak orang di sekitar kita.....
Akan tetapi HINDARI satu masalah apabila masalah itu akan memberi MUDHARAT kepada kita dan orang di sekitar kita...........

UNTUKMU SAHABAT

~~~~~Karena kau, Sahabat !~~~~~

“Apa ini, Key?” tanya Nessa yang sedang berada dirumah sohibnya, Keyla.
“Ini adalah negeri mimpi. Dimana semua mimpi-mimpi langsung menjadi nyata.” jawab Keyla yang masih asyik mengotak-atik handphone yang ia genggam sejak tadi.
“Hah yang benar saja kamu. Memang gimana ciri-ciri negeri mimpi itu?” Nessa tampaknya masih penasaran tentang hal yang barusaja ia dengar, walau sebenarnya ia masih tak percaya akan semua ini. Terlebih karena Keyla sering berkhayal tentang sesuatu yang belum pasti adanya.
“Tempat yang begitu indah, tenang dan damai. Hehe..” ucap Keyla sambil menggerakan tangannya seakan menjabarkan keindahan tempat itu.
“Apa kamu pernah kesana?” tanya Nessa
“Ya, aku sering kesana. Disana adalah tempatku untuk bermimpi supaya dalam dunia menjadi nyata.”
“Oh ya? Memang itu dimana?”
“Sebenarnya negeri mimpi itu berada di otak manusia masing-masing. Disana berjuta mimpi tercipta, disana pula mimpi-mimpi semakin nyata.”
“Ah kamu ada-ada saja Key.”
“Oh iya, apa kamu masih yakin, Ibu mu masih hidup disana?”
“Yakin banget Nes!” Keyla berucap mantap seakan tak ada keraguan yang tampak dari sorot matanya
“Tapi kan, nggak ada yang selamat dari gempa itu. bukannya aku ngecewain kamu. Tapi.. Cobalah, kamu terima realita yang ada.” tambah Nessa
“Nessa, kenapa kamu selalu membahas tentang itu. Kamu itu sahabat aku Nes, seharusnya kamu dukung aku dong. Aku selalu bermimpi, dan mimpiku mengatakan bahwa ibuku masih hidup disana. Aku yakin itu, Nes.” Keyla menaikan nada bicaranya.
“Keyla! Kamu emang sahabatku. Tapi kamu harus tau, aku benci mimpi. Aku benci khayalan. Hidup itu realita Key. Pikirlah secara logis, yang dapat diterima nalar. Khayalan itu.. Khayalan itu cuma angan-angan yang dapat membuat kita jatuh karena ngaak bisa untuk menggapainya.” Nessa bersikeras mempertahankan argumennya.
“Sudahlah! Aku memang hidup dalam mimpi. Tapi mimpiku selalu menjadi nyata. Itu yang membuat ku percaya pada semua mimpi-mimpi.” Keyla memalingkan wajahnya dari Nessa, untuk mencoba mencari sedikit ketenangannya.
“Kalau kamu memang benci mimpi, aku nggak bisa melarang. Tapi, waktu akan membuktikan bahwa ibuku itu masih hidup !” lanjut Keyla dalam setengah isakannya.
Memang begitu sulit menyatukan 2 orang yang benci terhadap mimpi dengan orang yang selalu hidup dalam mimpi dalam satu ruang persahabatan. Tapi, dengan kuasa Tuhan yang telah mentakdirkan merekan menjadi sepasang sahabat yang saling mengisi. Walau perbedaan terlihat jelas dalam presepsi hidup mereka.
Ya, perbedaan memang tak dapat dipungkiri dari setiap persahabatan. Tapi, itulah yang membuat persahabatan menjadi penuh warna.
-
Malam menjemput. Rintik hujan menemani kesunyian malam itu. Tapi, Nessa tetap saja belum bisa tidur, walau detak jam telah menunjuk angka 23:50. Ia masih memikirkan ucapannya tadi. Ia merasa takut, jika ucapannya itu akan menyakiti sekaligus meretakan mimpi sahabatnya itu.
Hatinya terus bergejolak. Ia masih terus berusaha menutup kedua katup matanya. Tapi, ia masih tak bisa. Mungkin karena rasa sayang Nessa terhadap sahabatnya itu terlampau besar. Jadi ia begitu gelisah, jika sedikit saja melukai hati sahabatnya.
Pagi-pagi sekali, Nessa menghampiri rumah kediaman Keyla. Berharap Keyla masih berada disana. Karena ia ingin sekali mengucap maaf pada sahabatnya itu.
“Tok-tok-tok !!” Pintu itu bergetar kuat akibat ketukan tangan Nessa.
Tak ada jawaban. Nessa mengetuknya sekali lagi. Kali ini, ia mengetuk lebih kuat daripada sebelumnya, hingga kaca jendela yang berada disampinya pun ikut bergetar juga.
Tapi.. Lagi-lagi tak ada jawaban. Akhirnya Nessa melangkahkan kaki dengan lemas menjauhi rumah Keyla. “Mungkin Keyla sudah berada disekolah.” gumam Nessa disela kepasrahannya.
-
“Aku ingin minta maaf atas kejadian kemarin Key. Aku benar-benar tak bermaksud untuk mengucapkannya.” Ucap Nessa yang masih memandang kearah bawah, mencoba mencari sesuatu yang dapat membuat objek perhatiannya.
“Iya, lagian juga aku udah memaafkannya. Tapi, kenapa kamu begitu benci dengan mimpi? Mimpi itu indah menurutku.” Ucap Keyla yang masih sibuk membolak-balikkan komik yang dipegangnya erat
“Ya.. Aku juga gatau. Aku begitu benci terhadap mimpi. Terhadap semua khayalan dan angan-angan. Aku benci terhadap semua hal yang nggak pasti.”
“Tapi kan, mimpi itu harapan. HIdup perlu harapan bukan?”
“Ya mungkin.. Tapi..”
“Cobalah bermimpi Nes! Aku yakin, hidupmu lebih bewarna dengan semua mimpi-mimpi.” Keyla masih membujuk Nessa.
“Entahlah. Yang penting, aku sebagai sahabatmu. Aku akan mendukung mimpimu, bahwa ibumu masih hidup.” ucap Nessa dengan semangatnya.
“Terima kasih Nes.” Keyla memeluk Nessa dengan kasih sayang nya yang begitu tulus sebagai seorang sahabat.
-
Jam berdentang sempurna. Mengalunkan kenangan kisah penuh suka duka. Menjabarkan keindahan yang dibalut rasa persahabatan. Sahabat.. Sahabat itu selalu ada, ketika orang lain tak ada padamu. Sahabat itu selalu mampu, mendekapmu dalam kesepian, melindungimu dalam cemoohan dan mengukir indah senyum dibibirmu.
Sahabat itu orang yang selalu kita remehkan tapi sebenarnya kita tak mampu melalui hari tanpa seorang sahabat. Sahabat itu orang yang selalu mengerti masalah kita tanpa pernah kita ucap. Ia selalu mengulurkan tangannya disaat kita terjatuh, walau terkadang ego kita mengalahkan nurani untuk tidak menerima uluran tangannya. Sahabat.. walau tak bisa kita pungkiri, kita sering melukai sahabat, tapi sahabat tetap mampu mengobati lukanya sendiri dan tidak menunjukkan pada kita karena ia takut kita merasa bersalah. Itulah Sahabat.
-
Fajar menampakkan diri. Mengiringi sang raja siang keluar dari peraduannya. Menjatuhkan embun yang ‘kan membasahi tanaman. Menebar oksigen segar yang siap dihirup jutaan jiwa.
Begitu indah Tuhan menciptakan alam semesta ini, sama indahnya Tuhan menciptakan rasa saling menghargai, menyayangi dan melindungi dalam suatu kata yang disebut persahabatan.
“Kamu kenapa murung gitu Nes?” tanya Keyla sambil menekuri halaman demi halaman dari Koran yang masih melekat kuat di tangan kirinya.
“Ngg..” Nessa berusaha berucap tapi Keyla lebih dulu memotongnya.
“Nessa, lihat!” ucap Keyla sambil memperlihatkan berita yang baru saja ia baca dari korannya.
“Seorang wanita ditemukan selamat dari reruntuhan gempa di Balikpapan.” Nessa mengeja berita yang ditunjukkan Keyla.
“Kamu lihat, Nes! Itu pasti ibuku. Ayo kita berangkat kesana.” Keyla langsung menarik tangan Nessa yang masih berusaha mencerna kalimat yang baru saja ia baca.
“Udah.. Ayo!”
-
Akibat gempa dahsyat yang melanda kota Balikpapan 1 minggu yang lalu, rumah sakit ini jadi penuh sesak. Para kerabat dan sanak keluarga berdatangan mengisi lorong-lorong kosong di rumah sakit ini. Berharap saudara mereka masih selamat dari gempa itu.
Banyak korban berdatangan silih berganti. Naasnya korban itu tak lagi bernyawa. Hanya duka dan isak tangis yang menjadi harapan mereka yang masih belum menemukan sang saudara.
Begitu berbeda dengan Keyla. Seorang anak yang masih mengenakan seragam putih biru, yang begitu percaya dengan kekuatan mimpi.
Mimpi dan terus bermimpi, ibunya kan kembali lagi ke sisinya seperti dulu kala. Dan mimpi itu menjadi nyata. Ibu dari Keylamenjadi satu-satunya korban gempa yang selamat sampai saat ini. Hatinya begitu bahagia. Ia semakin percaya pada kekuatan mimpi-mimpinya.
“Ibu.. Aku kangen banget sama ibu.” Keyla memeluk ibunya yang masih berselang infus dihidungnya.
“Ibu juga kangen sama kamu, nak.” Sang ibu pun melepas rindunya pada anak semata wayang nya ini.
“Eh.. ada Nessa. Makasih ya Nes, selama ini kamu pasti sudah jagain Keyla.”
“Iya sama-sama tante” Hati Nessa pun seakan lega juga, walau sebenarnya pilu sedang menyerang lubuk hatinya.
-
Suara burung yang bersahut-sahutan mengiringi kepulangan sang raja siang ke Singgasana nya. Memaparkan cahaya senja dengan degradasi warna sempurna. Daun-daun kecil itu pun mengatup, seakan tahu, kan datang malam yang begitu temaram.
Tapi.. Dibalik itu semua, linangan air mata tengah menghiasi pipi tirus Nessa. Sejak ia melihat nama ayahnya terpampang sebagai salah satu korban dari kecelakaan pesawat yang jatuh terbakar di pedalaman hutan Kalimantan, Kristal bening itu tak henti-hentinya mengalir dari kedua pelipis matanya.
Ia seakan tak percaya akan semua yang telah terjadi padanya. Memang begitu pahit rasanya untuk menelan berita yang telah memecahkan airmatanya itu.
“Ibu.. Kenapa harus ayah yang menjadi korban? Kenapa ngga aku aja? Kenapa bu?..” ucap Nessa disela isakannya.
“Nessa sudah nak. Kita memang hanya bisa berharap dan berdo’a. supaya Tuhan melindungi ayahmu.” jawab sang Ibu yang berusaha menenangkan hati anaknya yang sedang bergejolak itu.
Kini isakan Nessa semakin keras, hingga air matanya mampu menyapu seluruh wajah nya.
“Kalau aku yang jadi korban disana, pasti ayah akanmenolongku. Tapi, kenapa ayah yang harus jadi korban. Sedangkan aku gak bisa menolong ayah.” Nessa masih saja menyalahkan dirinya. Ia bahkan ingin merubah Takdir yang sudah terlanjur terjadi padanya.
-
Angin malam menerpa tubuh Nessa yang begitu kelelahan karena hamper menangis sepanjang hari. Wajahnya pun terlihat sembab. Bibirnya terlihat pucat. Seperti tak ada lagi semangat yang tertanam dalam jiwanya.
“Sudahlah Nes. Jangan menangis lagi.” Keyla berusaha menenangkan hati sahabatnya itu.
“Ya tapi aku gak bisa tenang, Key. Ayahku itu..” ucap Nessa yang terpotong karena isakannya yang kembali menyeruak dari bibirnya.
“Aku mengerti.” Keyla memeluk Nessa. Ia seakan begitu tahu perasaan kalut yang sedang menerpa hati Nessa. Ia pun sengaja berbungkam. Membiarkan sang sohib mengutarakan semua kegelisahan padanya.
“Nessa apa kamu tau, keajaiban yang telah terjadi pada ibuku? Ya! Itu mungkin bisa terjadi pada ayahmu. Aku sangat percaya pada kekuatan mimpi. Cobalah impikan ayahmu menjadi seperti yang kamu mau.” Ucap Keyla yang masih membujuk Nessa mempunyai mimpi.
“Tapi apa dengan begitu, itu semua kan menjadi nyata?” tanya Nessa yang tampaknya kurang percaya pada ucapan Keyla tadi.
“Setau aku, mimpi itu sebuah harapan. Walaupun mimpi hanya sekedar imajinasi. Tapi hanya itu yang bisa kita lakukan untuk mewujudkannya menjadi sebuah kenyataan.”
Nessa masih belum angkat bicara. Mungkin karena ini akan membuatnya menjadi seorang pemimpi. Ya ! Suatu hal yang begitu ia benci dalam hidupnya.
“Ayolah, Nes ! Hilangkan ego mu. Bermimpilah. Mimpi itu selalu nyata Nes. Lihat, disana pasti ada sebuah cahaya harapan yang dapat menuntun kamu mewujudkan inginmu.”
“Ingatkah, bila ‘Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia. Bebaskan mimpimu di angkasa, warnai bintang di jiwa.’” ucap Keyla sambil menyanyikan sebuah lirik lagu.
Nessa menggangguk pelan. Satu senyuman pun berhasil terukir di wajah Nessa. Separuh semangatnya telah kembali dari diri seorang sahabatnya. Memang benar, Sahabat selalu mampu mengubah air mata menjadi senyuman!
-
Nessa pun berusaha bermimpi. Jika memang ini kan membuatnya menjadi seorang pemimpi, tak apalah. Ini demi ayah dan sahabatnya. Harapan pun teruntai dari fikirannya. Merangkainya menjadi sebuah mimpi. Mimpi yang ia buat untuk pertama kalinya. Mimpi yang dulu ia begitu benci, kini ia mampu untuk melakukannya.
-
“Nessa, cepat lihat nak.” Ibu memanggil Nessa untuk segera melihat berita yang barusaja ia baca.
“Ada apa bu?”.
“Ayah . ” Nessa melihat nama ayahnya yang terpampang jelas sebagai salah satu korban yang selamat di sisi koran yang i abaca.
“Ibu, ayo kita kesana.” Ucap Nessa dengan mata berbinarnya. Hatinya penuh bunga. Ternyata mimpinya menjadi nyata.
-
Dengan langkah cepatnya Nessa berusaha menemukan nomor ruang yang ditempati ayahnya. Ia sudah tak sabar lagi untuk bertemu dengan ayahnya.
“Ayah…” Nessa menghampiri ayahnya yang sedang terkulai lemah diatas ranjang dengan selang yang cukup banyak melekat ditubuh ayahnya.
“Ayah, bangun. Ini Nessa sama ibu udah dateng.” Ucap Nessa yang hampir mengaliri air matanya lagi.
“Ne..s..ssa” sang Ayah pun sadar. Ia berusaha berucap, walaupun ucapannya masih terbata.
“Ayah.. Nessa kangen sama ayah.”
“A..yah ju..g.a ka..nge.n sa..ma. kamu.. na..k” sang Ayah pun memeluk Nessa.
“A.ya..h me..nya.yangi..mu nak, ja..ga i..bu da..n adi..k mu ya. Ma..af ay..ah gak bi..sa me.ja..ga ka..li.an la..gi” ucap sang Ayah sambil berlinang air mata.
“Ayah ngga boleh ngomong gitu. Ayah harus kuat, ayah harus temani aku lagi.”
Ya, saat itu juga sang Ayah menghembuskan nafas terakhirnya dipelukan Nessa. Seketika terbayang harapan yang ia ukir dari mimpinya kemarin
“Ya Tuhan
Izinkan aku untuk memeluk ayahku kembali
Jika memang waktunya telah habis, aku akan ikhlas merelakan kepergiannya dalam pelukanku.”
-
“Keyla, terima kasih ya, sudah memperkenalkan aku dengan mimpi. Sekarang aku percaya pada kekuatan mimpi. Mimpi itu benar menjadi nyata, jika kita betul-betul mengingikannya. Mungkin jika aku memimpikan ayahku akan selalu ada untukku dan selalu berdiri disampingku untuk lebih lama lagi, itu mungkin kan jadi kenyataan juga. Sayang, aku hanya memimpikannya ia hanya memelukku saja.”
Keyla pun tersenyum pada Nessa.
“Kini aku siap menjadi seorang pemimpi!” ucap Nessa dengan mantapnya.
Ya, kini tak ada lagi keraguan dalam hatinya untuk menjadi seorang pemimpi. Walau pembuktian itu begitu pahit ia rasakan. Tapi, dirinya telah yakin, untuk menjadi seorang pemimpi sejati.
-
Sahabat.. Sahabat itu ternyata begitu berpengaruh besar dalam hidup kita. Sahabat bisa mengubah benci menjadi suka. Sahabat bisa mengubah air mata menjadi tawa. Sahabat pun bisa mengubah ketidakpastian menjadi kepastian, bahwa ia kan selalu ada disamping kita untuk meyakinkan apa yang menurutnya benar, melarang apa yang menurutnya itu salah, dan selalu memberi cahaya dalam kebuntuan, menuntun kita pada sebuah cita-cita yang selalu kita harapkan.
-END-
Nb : Mimpi disini bukan mimpi di siang bolong yaa, Mimpi disini seperti sebuah harapan.

^Happy Reading^

Kamis, 09 Agustus 2012

kemarin, esok dan hari ini

*****************TIGA WAKTU DALAM HIDUP KITA****************

HARI KEMARIN

Kita tak bisa mengubah apapun yang telah terjadi
Kita tak bisa menarik perkataan yang telah terucap
Kita tak mungkin lagi menghapus kesalahan yang membekas lara
Kita tak bisa mengulangi kegembiraan yang kita rasakan kemarin
Biarkan hari kemarin lewat dan beristirahat dengan tenang .
Lepaskan saja.........................

HARI ESOK

Hingga mentari esok terbit kita tidak tahu apa yang akan terjadi kita tak bisa melakukan apa-apa untuk esok hari dan hanya bisa mempersiapkan dan membuat draft planing.
Kita tak mungkin tahu perasaan kita esok hari , sedih ,senang atau ceria.
Esok hari belum tiba,toh belum tentu esok hari kita bisa merengkuhnya
jadi tak perlu di pikir terlalu berat...biarkan saja.....................

HARI INI

Pintu masa lalu telah tertutup
Pintu  masa depan pun belum tiba
Pusatkan saja diri kita untuk hari ini agar
Kita dapat mengerjakan lebih banyak hal
dan melakukan yang terbaik untuk hari ini

*************************************************************

Rabu, 08 Agustus 2012

"masalah? siapa takut...!!!

Ada seorang pria yang buta huruf bekerja sebagai penjaga sekolah sudah kira-kira 20 tahun dia bekerja di sekolah itu.

Suatu hari kepala sekolah itu di gantikan dan di terapkan aturan baru,semua pekerja harus bisa membaca dan menulis tanpa terkecuali ,maka dengan terpaksa penjaga sekolah itu tak bisa melanjutkan pekerjaan lagi.

Awalnya,dia sangat sedih hingga bahkan dia tak berani untuk pulang kerumah dan memberi tahu istrinya.Dia berjalan dengan langkah gontai menelusuri jalanan .
Tiba-tiba muncullah ide untuk membuka kios di jalanan itu.
Tidak di sangka usahanya begitu sucses dari satu kios menjadi beberapa kios dan kini dia telah menjadi pengusaha yang sucses dan kaya.

Suatu hari,dia pergi ke bank untuk membuka rekening ,namun karena buta huruf,dia tidak bisa mengisi formulir dan karyawan bank yang membantunya.
Karyawan bank berkata;
"waah,Bapak yang buta huruf saja bisa punya uang sebanyak ini,apalagi kalau bisa membaca dan menulis,pasti jauh lebih kaya lagi.
Dengan tersenyum dia berkata;
"Kalau saya bisa membaca dan menulis ,saya pasti masih menjadi penjaga sekolah.

Apa yang menjadi musibah bisa menjadi berkah jadi sikapilah dengan sabar dan bijak
Lakukan bagian kita secara maximal dan biarkan Allah yang menyempurnakan bagian yang lain sesuai kehendakNYA

Kamis, 02 Agustus 2012

Betapa pentingnya engkau dalam hidupku

Jika air mata memang bisa menepiskan duka
maka menangislah.

Jika kata-kata memang bisa menghapus luka
maka berbicaralah.

Jika malam yang hening memang bisa mengusir gundah
maka bertahajjudlah.

Jika ternyata memang tak ada yang bisa menenangkan gelisah jiwa
maka berdo'alah.

Pernahkan engkau mendapatkan pujian dari seorang yang buta,
yang sama sekali tak pernah melihat elok parasmu.

Pernahkah engkau mendengar kata-kata cinta dari seorang bisu,
yang tak mampu menyampaikannya lewat lisan.

Pernahkan enkau merasakan belaian kasih seorang cacat,
yang tak mampu menyentuhmu dengan jemarinya.

Pernahkah engkau mendapat pesan gembira dari orang
yang engkau abaikan tapi dia selalu memikirkanmu.

Aku Chusnaini tak mencintaimu dengan kata yang bisa berdusta.
Aku Chusnaini mencintaimu dengan bukti dan rasa

Aku chusnaini mendengarmu tidak dengan telinga,yang tak terdengar bila jauh dengan jarak
Aku chusnaini mendengarmu dengan perasaan dalam pejaman mata

Aku chusnaini melihatmu tidak dengan kedua mataku,yang takkan bisa melihatmu yang terhalang mata memandang
Aku chusnaini melihatmu dengan ingatan dan kenanganku dalam Do'a-Do'a yang ku lantunkan padaNYA.

Ya Robb
Jagalah dia selalu untukku bila penjagaanku tidak sampai padanya.


JERNIHNYA PIKIRAN MENENTUKAN PERKATAAN KITA

Pasangan muda yang baru saja menikah menempati rumah di sebuah komplek perumahan.

Suatu pagi,mereka sarapan berdua,melalui jendela kaca si istri melihat tetangganya sedang menjemur kain.

"Cuciannya kelihatannya kurang bersih ya," kata sang istri sedikit mencibirkan mulutnya .
"Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar atau mungkin dia perlu mengganti sabun cuci yang bagus dan mahalan dikit .

Suaminya menoleh,dan hanya diam tak berkomentar apapun.

Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur pakaian,selalu saja sang istri memberikan komentar yang sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci pakaiannya.

Seminggu berlalu ,sang istri heran melihat pakaian-pakaian yang di jemur tetangganya terlihat bersih dan cemerlang,hingga dia berseru kepada suaminya;
"Lihat sepertinya dia telah belajar bangaimana mencuci yang benar ,siapa ya,kira-kira yang sudah mengajarinya?.atau dia mengganti sabun cuci yang lebih bermerek.

Suaminya berkata:
"Saya bangun pagi- pagi sekali hari ini untuk membersihkan jendela kaca kita ".

Dan begitulah kehidupan
Apa yang kita lihat pada saat menilai seseorang ,tergantung kepada kejernihan hati dan pikiran kita
Jika hati bersih,maka bersih pula pikiran kita ,Jika pikiran bersih (baik) maka bersih (baik) pula perkataan kita.

**************************************************************************************

Kamis, 26 Juli 2012

KISAH PINGUIN

KISAH PENUH HIKMAH

Pinguin bertelur satu butir setiap musim kawin . Si jantan bertugas mengerami telur dengan cara menjepitnya di antara kaki dan lipatan lemak di sekitar perutnya selama kira kira 64 hari.

Ia berada dalam kumpulan besar pinguin yang berdempetan saling menghangatkan di tengah musim dingin Antartika.

Sementara itu,si betina kembali ke laut untuk mencari makan ,ia akan kembali ke sarang menjelang anaknya menetas ,dan apabila si betina terlambat pulang maka si jantan dapat memberi makan anaknya dengan cadangan yang di ambil dari saluran pencernaannya sampai selama sepuluh hari dan itu akan membuatnya kehilangan setengah dari bobot tubuhnya.

Begitu si betina muncul,giliran si jantan pergi ke laut selanjutnya mereka bergantian mencari makan untuk membesarkan si kecil.

Kehidupan unggas kutub tersebut menggambarkan bahwa kasih itu bukan konsep belaka atau kata kata manis ,kasih itu itu adalah kerja nyata.

kasih sejati di ungkapkan melalui tindakan yang mengutamakan kesejahteraan orang lain bahkan apabila perlu dengan mengorbankan kepentingan pribadi

Actions speak louder than words tindakan akan berbicara lebih keras dari pada kata kata itu sendiri

Kasih tidak cukup hanya dinyatakan dengan perkataan,tetapi mesti di wujudkan dengan perbuatan .
Kasih adalah memberi dengan penuh pengorbanan tanpa syarat dan tanpa pamrih
Kasih tidak pernah menuntut
Giving is rich

Sabtu, 02 Juni 2012

Engkau bukan takdirku

An
Maafkan untuk kata yang menyakiti
Maafkan untuk Janji yang teringkari
Maafkan untuk cinta yang terkhianati
Maafkan untuk tgl 06 agustus 2006

An
Andai waktu bisa kembali
Andai engkau tidak memulai
Mungkin detik ini
Aku tak terluka Hati

An
Terima kasih untuk pestanya
Terima kasih untuk kondenya
Terima kasih untuk cintanya
Terima kasih untuk gombalnya

An
Jauh di lubuk hatiku
Masih terukir namamu
Jauh di dasar jiwaku
Engkau masih duduk termangu

An
Engkau ada yang memiliki
Akupun ada yang memiliki
Pintaku kita masih saling menyayangi

An
Jangan ada dendam di hatimu
Hilangkan bencimu
Ingin ku jabat tanganmu
Kurangkul bahumu
sambil berkata, aku adikmu

Rabu, 30 Mei 2012

andai

Aku terlahir sebagai anak tunggal yang manja ,orang tuaku memberiku nama yang keren,simple dan mudah di ingat Sri .walau kelihatan nama desa tapi aku asli produk kota .karena anak tunggal orang tuaku berharap aku dapat menjadi kebanggaan mereka ,ayahku seorang PNS, ibuku seorang Drs alias di rumah saja.
karena status Drsnya itu akhirnya ibuku menduduki jabatan pemerhati televisi.acara telivisi jam berapa acarannya apa?,di chanel mana?,dia akan hafal menyebutkan satu persatu .Tapi beliau buatku ibu hebat ,setangguh wonder moman dan selembut putri salju.

Ayahku mendidik aku dari kecil dengan didikan agama islam,sehingga beliau memasukkan aku ke sekolah islam dari madrasah ibtidaiyah hingga madrasah aliyah .tapi sayang aku kurang berminat belajar sehingga saat di tanya mau melanjutkan ke universitas mana?, terasa berat menjawab karena aku tak tertarik sama sekali dengan aktivitas belajar. Aku lebih minat bekerja .Lulus Aliyah ayahku dengan ilmu ngototnya inginkan aku masuk ke universitas, tapi karena aku adalah hasil genetik F1 nya maka sifat beliau menurun kepadaku termasuk segala hal berhubungan dengan ngotot dan ngeyel ayahku semuanya di wariskan kepadaku tanpa berkurang. Akhir kata menang untuk Sri ,aku tak jadi meneruskan pendidikanku ke perguruan tinggi.

Baju atas putih bawah rok hitam ,sepatu hitam, tak lupa ku oles deodorant di area ketiakku agar yang mendekat nantinya semakin mendekat hehehe.Hari pertamaku bekerja sebagai SPG sales promition girl sebuah produk makanan terkenal di indonesia.ku cium tangan Ayahku ,hati hati ya nduk,! pesan beliau menentramkanku, untuk ibuku ku cium kedua pipinya.meluncur dengan sepeda motor buntut pemberian kakekku,walau buntut masih bisa di pake. Malang top squre itulah tempat kerjaku sebuah mall besar yang terletak di daerah jalan bandung .

Alhamdulillah hari pertama kerja tidak ada masalah berarti, bisa kulalui dengan baik. sesampai di rumah ayah ibuku membrondong aku dengan banyak pertanyaan seputar kerjaku.
Activitas kerja menjadi activitas utama dalam hari hariku dan tak terasa satu bulan telah ku lewati .
Sri di panggil pak ud,"kata temanku. ada apa yuk dia memanggilku?,"tanyaku penuh selidik. balasan temanku cuman mengangkat bahu suatu tanda dia tidah tahu.

Masuk!,,duduk!,, suaranya menggelegar bak petir di siang hari. Kamu tahu kenapa aku panggil kemari?,"tanya pak ud semakin membuatku gugup,bingung ,mungkin kalau di test detak jantungku lebih dari 200 per menit ."tidah tahu pak!"jawabku sambil menggeleng.
Kerjamu lumayan bagus sambil menyodorkan amplop putih dan sebuah kertas blangko.ini gaji pertamamu dan kertas ini kamu isi besok kamu serahkan ke bapak kembali ,dan ingat jangan kamu salah menulis menulis nomer rekening di kertas itu karena bulan depan gajimu langsung masuk ke rekeningmu. Baik pak ! jawabku meyakinkan pak ud.

Di kamar ku hitung kembali gajiku 1.280.000,00 tak terasa menetes air mataku betapa gembiranya hatiku. uang 1 jt ku bagi dua ku masukkan dua amplop  ,satunya ku tulis aku mencintai ibu dan yang satunya ku tulis aku mencintai ayah, keluar kamar ku hampiri mereka yang lagi asik nonton tv ku berikan masing masing satu amplop. Yah,..bu...sri udah nadzar gaji pertama ku berikan sama ayah dan ibu ,suaraku melemah agar mereka mau menerima pemberianku, karena awalnya mereka menolak tapi karena memang  kemauanku di awal akhirnya mereka menerima .ada sesuatu yang gak bisa tulis dengan kata kata ,senyum mereka sungguh senyum terindah yang pernah kulihat .

Sri...sri ayah ma ibu mau keluar cari sate ya, sambil mengetuk pintu kamarku. ya! jawabku singkat ibu memang tadi sudah bilang ke aku kalau mau beli sate dengan uang pemberianku itu.

kulirik jam dinding uah pukul 11 malam knapa ayah ma ibu keluar lama banget kayaknya dari pukul 7 tadi berangkatnya, ku coba telpon ke hp ayahku juga gak aktiv tiba tiba pikiranku kacau dan jantungku berdebar sangat kencang, ada apa ???kekhawatiranku terhenti karena bel pintu depan berbunyi, Alhamdulillah ...gumamku karena bersyukur ayah ibuku pulang .ku meloncat dari tempat tidur dan berlari ,ku buka pintu , maaf rumah pak ridwan? tanya seorang pilisi di hadapanku .
Betul! jawabku. Anda putrinya pak ridwan? tanya polisi yang satunya. hanya kepalaku yang ku anggukan karena ku masih binggung kenapa malam malam ada polisi bertamu di rumahku.
keluarga yang lain ,om tante ,kakek ,atau nenek kemana? kembali polisi itu bertanya .Gak ada pak di rumah cuman saya ,ayah ibu saya keluar beli sate,masuk dulu pak! bentar lagi mereka juga kembali, sambil ku persilahkan mereka masuk. Anda tau di mana rumah pak RT di perumahan ini?.tanyanya kembali.bapak ini cari siapa sih! cari pak ridwan atau pak RT jawabku ketus.

sayup sayup ke dengar orang orang membaca alquran ,di sampingku ada pak ud yang masih memegang tanganku ,kakekku memijit kakiku. u ingat kembali pak RT berkata kalau ibu dan ayahku mendapat kecelakaan dan keduanya tak tertolong , tangisanku meledak kembali dan akhirnya pingsan untuk kesekian kalinya tak sadarkan diri.

Andaikan hari itu aku gak gajian ,andai hari itu aku gak memberi gaji pertamaku pada mereka ,andai aku gak punya nadzar untuk memberikan gaji pertamaku pada ayah ibuku ,andai ,andai dan banak andai yang ku ucapkan ,mungkin mereka sekarang masih bersamaku.dalam waktu sehari aku memperoleh kebahagiaan sekaligus duka yng sangat dalam.

catatan penulis:
alur cerita ini nyata tapi tokoh di dalamnya semua aku ganti. Di ceritakan oleh GHM




Senin, 28 Mei 2012

Mandi ,hujan dan pernikahanku

Secangkir kopi manis telah di siapkan ibuku satu jam yang lalu masih belum ke sentuh ,tanganku masih sibuk menari-nari di atas keyboard masih mencoba merangkai huruf menjadi kata kata dan kemudian berusaha menyelesaikan menjadi sebuah alenia sehingga tersusun sebuat plot yang enak di baca tapi sayang entah mengapa hari ini inspirasiqu seakan sedikit tersumbat oleh sesuatu yang aku sendiri tak mengerti, mungkin karena perkataan ibuku semalam,"le! kamu itu udah cukup umur lhoo,udah saatnya rumah ini terdengar tangisan bayi dan ibumu ini sudah tua ingin segera menimang cucu..

pekerjaanku seorang guru sekolah dasar tapi aku lebih suka di bilang penulis dan guru adalah pekerjaan sambihan karena aku juga tercatat sebagai wartawan lepas sebuah surat kabar ternama di malang,aku di lahirkan sebagain anak tunggal dari seorang ibu yang kuanggap setengah dewa.
M.Zidni Amin itulah nama yang di berikan ibuku untukku yang mempunyai harapan agar aku di tambahi kepercayaan. orang tuaku berharap kelak aku bisa di percaya menjadi kebanggaan mereka,agamaku.

Zidni...zidni ...zidni suara ibu memanggilku hanya hitungan detik beliau sudah berdiri di depan kamarku dan menyingkap gorden penutup pintu kamar tidurku karena memang pintu kamarku tak berpintu seperti layaknya sebuah pintu hanya di tutupi selembar kain gorden berwarna biru tua.
ada temanmu mencarimu ,cepat temui dia,ibu mau bikin minum untuk kalian!. sebelum sempat kutanya siapa ibu sudah menjauh menuju dapur.

Siapa ya?,"tanyaku penuh heran karena tak pernah ku mengenal gadis berambut panjang yang sudah berdiri di hadapanku ini. Dia mengelurkan tangan kanannya mengajak bersalaman,silahkan duduk,mbak," hormatku pada tamu di hadapanku. Terima kasih ya mas, kemarin sudah mengembalikan dompetku,untung mas meninggalkan alamat ini, sehingga aku bisa berterima kasih atas kebaikan mas.....? ."zidni amin namaku ,"jawabku melengkapi kalimatnya .Aku memberikan alamat itu pada saudara mbak karena untuk meyakinkan bahwa aku tidak mengurangi apa yang ada di dalam dombet itu mbak, hanya itu maksudku,"jawabku .

Dari mana mbak ini?, siapa namanya?, ibu belum pernah lihat mbak kemari? temannya zidni kerja ya? ,"ibu memberondong pertanyaan sambil membawa nampan berisi 2 gelas minuman. Ia tersenyum dan dengan sopan menjawab pertanyaan ibuku. Saya dari malang saja dan Nama saya indiz bu".
wah kebalikannya namaku ,"ku menyela sambil cengar cengir. Ibu mau ke belakang dulu,ada yang harus di kerjakan,maaf ibu tidak bisa menemani kalian ngobrol,"pamit ibuku.
ibuku memang tau aja apa yang ada di hatiku ,aku pingin ngobrol berdua aja sama makhluk manis yang sekarang di hadapanku.

Istirahatku terusik oleh calling dari ponselku dan kuliat nama muncul 'cayangku' di layar membuatku bangkit dari pembaringan. sudah hampir 2 tahun indiz menjadi kekasihku.
mas,besok jangan telat ya! jam 8 pagi udah harus ada di rumah entar fotografernya nyampai rumah jam setengah sembilan. padahal hari H pernikahan kami masih 2 bulan lagi tapi besok udah mau foto prewedding , ini di karenakan orang tua indiz yang amat sangat percaya dengan tradisi jawa seorang pengantin perempuan sebelum menikah harus melalui acara pingitan selama 40 hari dan mau tidah mau aku harus menyetujui skenario yang mereka buat. belum lagi 6 bulan yang lalu sebelum tanggal pernikahanku di tetapkan orang tua indiz meminta tanggal kelahiranku lengkap dengan weton pasaran dan jam kelahiranku ,bahkan pintu rumahku menghadap ke arah mana pun mereka tanyakan.sesuatu yang jauh dari logika.

Tujuh hari lagi suatu moment terpenting dalam hidup akan menghampiriku,sebuah pernikahan anganku menerawang membayangkan akan sesuatu yang indah bersama indiz sampai aku tersentak oleh bunyi ponselku ,telpon dari maminya indiz. Assalamualaikum ma! aku menjawab. tanpa ada jawaban balik dari salamku. Zid ingat ya le,,, nanti pada hari H akad nikahmu kamu jangan mandi!...dengan mata terbelalak sedikit kaget,lucu dan bercampur tanda tanya besar ...knapa ma kalau mandi ?,"tanyaku. pokoknya harus manut soalnya di tradisi kita orang jawa kalau pengantin mandi tepat pada hari pernikahannya maka hari itu akan datang hujan lebat apalagi pernikahanmu itu si barengi resepsi undangan kita banyak lho le, kalau hujan, entar tambah repot ."begitulah penjelasan calon ibu mertuaku dengan panjang dan lebar." baiklah ma jangan kwatir aku manut ,gak mandi pada hari H," jawabku untuk melegakannya.

Aku yang terlahir dari keluarga islam dan di didik secara islam ,walaupun orangtuaku jawa tapi mereka tidak mengikuti tradisi jawa secara keseluruhan dan tidak harus menjadi suatu yang mutlak. Jadi wajar jika beberapa tradisi jawa aku tak begitu mengerti dan memang aku tak ingin mengerti.

selasa,tanggal 8 mei 2012 membuatku kurang tidur semalaman ,kulirik jam dinding masih pukul 3:30 satu jam lagi adzan subuh berkumandang, kulangkahkan kaki ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu sambil membaca beberapa ayat alquran untuk mengurangi hawa grogiku sambil menunggu waktu subuh, pikirku.
Tanpa ingat, pesan dari calon mertua di larang mandi, ku tanggalkan semua bajuku ku ambil gayung dan ku guyurkan berkali kali ke seluruh badanku ....uhhh segaar gumamku. uupps ada sesuatu yang menghambat tanganku mengambil air untuk ku siramkan ke tubuhku ,"aduuuhh pesan mami".lama ku terdiam mematung tak bergeming, ahhh bodoh ! ku lanjutkan mandiku hingga selesai.

Sebuah akad nikah sakral nan suci serta resepsi walau tidah mewah tapi membuat aku dan istriku bahagia melihat tamu ,para kerabat ,teman ,tetangga berkumpul ikut merasakan kebahagian kami hingga melupakan aku tentang kejadian mandi tadi pagi.
Semua sudah usai menyisahkan sampah, kursi kursi kosong ,gelas gelas aqua berserakan ,tenda warna biru dan beberapa hiasan pernikahan ,dan istriku masih sibuk di kamar untuk membersihkan riasan wajahnya . ku lihat mami menghampiriku, zidni," tadi pagi gak mandi kan ?,lihat! hari ini dari pagi terang benderang tanpa hujan semua berjalan dengan baik. Aku hanya mengangguk dan tersenyum sambil ku ancungkan dua jempolku .ku lihat dia tersenyum sambil menepuk pundakku . 













alinia selanjutnya off the record kena sensor aini mau bubuk dulu ..........
tambahan dari aini ...le (bacanya seperti ikan lele) itu panggilan sayang orang tua untuk anak laki laki






quotes

you can say sorry a million times, say i love you as much as you want, say whatever you want and whenever you want, But if you're not going to prove that the things you say are true,then dont say anything at all,because if you can't show it,your words dont mean a thing

people who are attracted to you because of your pretty face or nice body won't be your side forever but the people who can see how beautiful your heart its will never leave you

Minggu, 27 Mei 2012

Arti ciuman

C I U M A N

Cara yang paling tepat untuk menyampaikan

Isi hati namun tidak cukup di lakukan

Untuk sekali

Makin lama makin mengasyikkan

Akan tetapi semua itu hanyalah

Nafsu setan belaka

singgasana hati

SINGGASANA HATI


Tangan kirinya menjinjing tas berukuran lumayan besar sedang tangan kanannya menuntun gadis mungil dan Ia berjalan dengan kedukaan yang teramat,perempuan muda lembut itu Ika ,Linika putri nama lengkapnya.Matanya nanar,memerah basah .Ucapan tajam sang ibu masih terngiang menggelayut batin."nduk ,laki laki itu pemimpin dalam keluarga .patuhi suamimu!"Ika tidak menolak dan memang tidak berusaha menolak.Dosa! kata ibunya,kitab suci sudah mengatur kedudukan laki laki dan perempuan.

Bukan demi laki laki,tapi semata mata demi kita,kaum perempuan.Kitab suci tidak mungkin keliru,sebab yang keliru itu manusia.Dalam tubuh manusia itu ada otak dan nafsu. Otak dan nafsu itulah yang membuat manusia keliru. Dan jangan gunakan keduanya secara penuh ,bisa liar nantinya.Seringlah memakai hati ,begitulah hukum Tuhan mengaturnya.

Ika percaya,Ia melihat ibunya sejak kecil begitu pasrah menghamba kepada ayahnya. Ayah adalah pemimpin,karena pemimpin,ayah berhak mengatur jalannya rumah tangga. Ayah adalah seorang kepala karena itu dia berhak menentukan setiap keputusan yang di ambil. Ayah tak ubahnya penguasa.kuasa ayah tidak tergantikan,karena memang tidak ada yang bisa menggantikan.

Di sekolah, dari taman kanak kanak sampai sekolah menengah atas,Ika memndegar petuah semua guru bahwa laki laki dan perempuan mempunyai kedudukan,derajat dan kesempatan yang sama. Bersainglah karena karena kalian sama sama makhluk Tuhan yang berakal. Angan Ika melayang ,hatinya berontak

Ika menghempaskan tubuhnya di sofa meraih remot control di dekatnya dan menyalakan televisi tapi pikirannya melayang entar kemana."Aku gak mungkin pulang sebelum mas Amin rela menjemputku . Mungkin ini jalan terbaik untuk melakukan protes terhadap tindakan suaminya , 6 tahun lamanya ia mengabdikan diri meletakkan ijazah S1nya di dalam almari tanpa di gunakan karena Muhammad amin sebagai suaminya melarang dia untuk bekerja dan demi kepatuhannya sebagai seorang perempuan dia akhirnya mengalah.

Ika melirik jam, hatinya bertarung melawan ke egoisan hati. ,"pasti mas amin sudah sampai di rumah," batinnya. Maaa  pulang yuk si kecil naila membuyarkan lamunannya.,"abi pasti udah pulang ma," Ika sudah nduuk lepaskan amarahmu, maafkan ibu di atas jam 7 kamu sudah harus angkat kaki dari rumah ini!, kata ibu penuh penuh ketegasan .padahal tadi ku sudah menyiapkan beberapa potong baju untuk persiapan bermalam ,dada Ika terasa sesak seakan ingin berteriak tapi tak kuasa.

Pertengkaran kemarin malam dengan suaminya menyisahkan sebongkah luka di hatinya,"knapa pulangnya telat abi?," sebuah pertanya yang umum di lontarkan seorang istri tatkala sang suami pulang terlambat ,bukan jawaban yang enak di dengar malah kata kata menyakitkan yang terlontar dari mulut suaminya ,"aku ini kerja bukan rekreasi ,sudah jangan tanya tanya yang mama tau kan awal bulan beres." ya Allah perkataan itu membuat Ika sungguh sangat menyakitkan semalam Ia hanya menahan gemuruh di dadanya.

taksi berwarna kuning itu berhenti tepat di rumah mungil nan asri,Naila,naila bangun sayang tuh udah nyampai dengan palan Ika membangunkan naila yang selama perjalanan tertidur pulas.
Di lihatnya pintu sudah terbuka bertanda sudah berpenghuni rumah itu ,tak ada percakapan di antara keduanya, dengan tangannya yang kekar di raihnya  naila dan kemudian di bopoh menuju kamar tidurnya.

Didalam kamar di letakkan begitu saja tas berisi baju baju dan langsung menyembunyikan wajahnya di bantal sambil tengkurap tanpa memperdulikan sekelilingnya.Ada  tangan lembut membelainya ,"makan yuk! ,dari tadi abi belum makan, abi tadi masak mungkin tak senikmat masakan mama, sambil membelai rambut ika yang acak acakan karena baru saja Ia membuka jilbabnya. Dengan pelan Ika membalikkan tubuhnya,"abi makan dulu aja ,mama gak lapar! jawaban nya pelan tapi masih mengandung sedikit intonasi ketus.
Maafkan abi kemarin malam mungkin perkataanku menyinggung perasaanmu, tak sepantasnya ku berucap begitu ."kata suaminya seraya memegang tangan ika yang masih dingin karena angin malam di luar tadi. "yuk makan!, Ika,masih tak bergeming dari posisinya mungkin hatinya masih terluka atau karena penyakit egoisnya kambuh..???

Amin,bangkit dari tempat duduknya dan menuju meja makan ,dia mengambil sepiring nasi beserta lauk dan sayur di tatanya di atas nampan merah ,berlari kecil dia menuju taman kecil belakang rumah di petiknya sekuntum anggrek bulan berwarna putih dan di letakkan di pinggir nampan setelah semua di rasa cantik di bawanya menuju kamar ,sebuah upaya permohonan maaf seorang suami ."ma,abi suapin ya,"?nampan cantik itu sudah ada di hadapan Ika ,dengan mengambil posisi duduk bersandar rupanya sebuah nampan cantik dan masakan rasa cinta seorang suami meluluhkan hatinya yang seharian di bakar amarah.

Di balik pintu sayup sayup terdengar seorang ibu dengan suara lirih di sertai isak tangis berdoa kepada Allah untuk anak gadisnya Linika putri .






SINGGASANA HATI

Sabtu, 26 Mei 2012





Hilangkan Noda Hitam dengan bumbu dapur

  1. 1 Gunakan buah delima
  2.     
    ini adalah salah satu solusi untuk menghilangkan bintik bintik pada wajah.  yang harus di lakukan adalah ambil kulit buah delima ,panggang dan giling hingga menjadi pasta,agar pasta tersebut menjadi sedikit halus campurkan juice lemon atau susu jika anda rutin melakukan tiap hari akan mencerahkan kulit

2. Vitamin C

    mengkonsumsi vitamin C secara rutin juga akan membantu menyamarkan bintik bintik hitam pada wajah gunakan secara rutin agar mendapatkan hasil yang maksimal, atau dengan menggosokkan jeruk lemon yang kaya kandungan vitamin C pada wajah juga membantu mencerahkan kulit.

3. Bubuk biji rami

    Bedak biji rami ini juga di yakini mampu menghilangkan bintik hitam pada wajah yang harus di lakukan adalah ambil beberapa biji rami haluskan campur dengan madu atau sedikit susu oleskan secara merata pada wajah secara teratur. dan juga dengan cara yang sama bisa dengan menggunakan biji jintan dan biji ketumbar

4. Bawang merah

   Ambil irisan tipis bawang merang tempelkan di kulit muka yang berbintik hitam kecoklatan lakukan secara rutin cara ini akan menyamarkan bintik hitam tersebut....


semoga bermanfaat





 
As I write.I'll sing this song
For the greatest love i've ever know
To my heart,you have the only key
I beg of you, never set me free


I prayed to Allah for a love so true
Now i realized  HE  already knew
In time my prayer was answered
the most wonderfull woman
HE blessed me with you

I see your shadow
As i lay my self to sleep
Dream of you ,oh so sweat
In my heart ,i will keep


Look into my heart,my life
tell me, what do you see?
can you feel the need,the want,As I
to be your husband ,You my wife


Much joy and happiness you've brought me
If i had life to live again ,i'd want to with you
my lover,my the best friend .
always and forever ,i'll love you till the end


love and pray
                                                                                                                                                       



B A B Y

Zidni merapatkan jaketnya.Angin malam mendesah masuk kedalam rumah ,meniup bulu kuduknya dan dan mendinginkan telapak kakinya.Entah mengapa angin malam ini teramat asing ,ia menongakkan kepalanya ke langit .berserak bintang bintang yang tak seberapa.lalu mulai melangkah menuju tempat yang sama sekali tak ada dalam peta rencananya sambil iseng menghitung bintang yang terangnya di kalahkan lampu petromaks di ujung gang.

Ia berjalan menyusuri trotoar yang penuh lobang."aku ingin sekali memakan sesuatu yang teramat masam." Zidni teringat permintaan istrinya ketika ia selesai sholat malam.Dalam pikirannya,tak ada makanan yang lebih masam ketimbang rujak .Ya rujak yang akan memenuhi selera istrinya .Tapi malam begitu larut dan angin menusuk nusuk dengan kukunya yang semu.

Rasni memandang tetesan demi tetesan cairan infus yang jatuh ke selang .Begitu pelan .Tetesan cairan itu jatuh bersamaan dengan butiran butiran air mata dari danau matanya.Kemudian sesuatu entah dimana lama lama terdengar suara,seperti tangis seorang bayi .tapi tak ada. Tak ada

"Apakah ranjang bayi pesanan kita sudah datang?"tanya Rasni pada zidni suaminya .suaranya begitu tipis terdengar di telinga Zidni .Zidni tak mengucap sebuah jawab
"Susu untuk ibu hamil itu masih ada?Rasni kembali bertanya .Namun Zidni kembali tidak mengucap sebuah jawab."Kau tau? Aku sudah menyelesaikan rajutan kaos kaki yang lucu untuk anak kita.Kau mau lihat?.""kau istirahat saja .Tubuhmu masih lemah." Akhirnya Zidni melepas suaranya dengan lirih sambil berdiri menuju arah pintu ,kemudian terdengar sayup isak tangis Rasni.

Ia mencium lembut kening Rasni .Menatap matanya dalam dalam dan memaksa sebuah senyum di wajahnya ."Kau tau sayang,air matamu yang jatuh perlahan itu terlalu mahal harganya.
Kita tak sanggup membelinya kembali ketika air mata itu habis.Cairan infus di tabung itu belum seberapa harganya ketimbang air mata itu "Bisik Zidni kepada istrinya .Namun Rasni tetap menangis

Kenangan Rumah sakit setahun yang lalu saat Ia dan Rasni melawan rasa sedih atas sebuah kehilangan harapan akan tangisan yang lucu .
Dengan menyusuri trotoar,Zidni barharap akan menemukan orang yang menjual rujak.Ia terus mencari meski ia tahu selarut ini tak akan ada orang yang berjualan rujak kecuali deretan gerobak sate,nasi goreng ,skoteng dan bakso,Namun sesuatu dalam dadanya menguatkan langkah kakinya untuk memenuhi kerinduannya memegang tangan dan kaki yang mungil dan lucu.


Kamis, 03 November 2011

HATI YANG TERLUKA

Berjalan tanpa batas langkah
Dan hati tak tentu arah
Kenapa semua sirna
Hanya karena dusta

Yang ku ingin kita baik baik aja
Agar tak ada yang terluka
Lelah jiwa dan raga
Yang ada hanya tinggal lara

Andai waktu bisa kembali
Aku ingin engkau bernyanyi lagi
Lagu cinta damaikan hati
Bersamamu memadu kasih

Kau yang ku puja
Tinggalkan dunia
Tanpa aku kau bawa
Sungguh aku merana

Senin, 17 Oktober 2011